KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK MASYARAKAT KOTA BANDUNG

KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN SANITASILAYAK MASYARAKATKOTA BANDUNG DITINJAU DARI SUDUTPANDANG AGAMA ISLAM MAKALAH Ditujukanuntuk memenuhi tugas mata kuliah Tahapan Persiapan Bersama (TPB)  Disusun oleh :Raspati Dewi Mulyaningsih260110170121   UNIVERSITAS PADJADJARANFAKULTAS FARMASIJATINANGOR2018DaftarIsi  Kata Pengantar ii BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 2 1.

3 Tujuan Penulis 2 1.4 Manfaat Penulisan 2 1.5 Batasan Masalah 2 BAB II.

HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Definisi 3 2.2 Hasil 4 2.3 Kondisi dan Pengelolaan 6 2.4 Pembahasan 6 BAB III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan 10 3.

2 Saran 10 Daftar Pustaka 11   KATAPENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia–Nya makalah  inidapat diselesaikan tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah iniadalah untuk memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah Bahasa Indonesiadan Agama dalam Tahapan Persiapan Bersama (TPB), dengan judul “KebutuhanAir Bersih dan Sanitasi Layak Masyarakat Kota Bandung Ditinjau dari SudutPandang Agama Islam”.Dengan pembuatan tugas ini, diharapkan dapat menjelaskan dan mengetahui bagaimanakondisi sanitasi dan air bersih di Kota Bandung guna mencapai tujuanpembangunan berkelanjutan dalam konteks air bersih dan sanitasi layak sertapandangan agama Islam terhadap upaya pemeliharaan air bersih dan sanitasi layakserta pentingnya menjaga kebersihan diri. Dalam penyelesaian makalah ini, penulis menjumpaiberbagai hambatan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yangmenunjang.

Namun, berkat bimbingan selama kegiatanperkuliahan dan literatur dariberbagai sumber, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan dengan cukup baik. Oleh karena itu,sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih kepada: Bapak dan Ibu Dosen Universitas Padjadjaran yang telah memberikan tugas ini kepada penulis, sehingga dengan mengerjakan makalah ini, pengetahuan penulis sedikit banyak bertambah tentang apa yang sebelumnya tidak diketahui. Orang Tua dan keluarga yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik secara moral maupun spiritual.            Harapan penulis, semoga makalah inidapat memberikanpengetahuan tentang pentingnya menjaga ketersediaan airbersih dan pengelolaan sanitasi layak guna mencapai tujuan pembangunanberkelanjutan.                                                                                                 Jatinangor,6 Januari 2018  PenulisBAB I. PENDAHULUAN1.

1Latar BelakangSeiring tumbuhnya populasi manusia ditiap-tiap negara pada abad ke-21 ini, masyarakat di seluruh penjuru dunia tentumengusahakan pembangunan sebesar mungkin. Pembangunan ini tidak hanya dilakukansejumlah negara maju, tetapi juga negara berkembang. Namun, pada sisi lain halini dapat menimbulkan ketimpangan dan ketidakmerataan di sejumlah negara mulaidari segi pangan, ekonomi, pendidikan, bahkan akses kesehatan. Demimeminimalisir kesenjangan ini, pada tahun 2000 negara-negara PBB melakukan pertemuandan mendeklarasikan sebanyak 8 tujuan pembangunan yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs).Kedelapan tujuan pembangunan ini ditargetkan hingga tahun 2015. Melihatkemajuan yang dicapai sejumlah negara, negara-negara PBB melakukan pertemuankembali dan mengeluarkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dikenal pulasebagai Sustainable Development Goals(SDGs) serta ditargetkan hingga tahun 2030. Dalam usaha pembangunan tersebut, air dansanitasi layak memberi pengaruh besar sebab erat kaitannya dengan kesehatanmasyarakat. Perilaku kesehatan seseorang atau suatu kelompok masyarakat adalahrespon fisiologi terhadap rangsangan yang berkaitan dengan penyakit(Kasnodiharjo dan Elsi, 2013).

Perilaku ini dapat mencerminkan kepedulian manusiaterhadap pentingnya kebersihan yang mendukung kesehatan masyarakat. Seiring denganpertumbuhan penduduk pula, kebutuhan air bersih sehari-hari meningkat, baikkebutuhan air domestik maupun non-domestik (Naway, 2013). Kebutuhan akan airbersih yang tidak terpenuhi dapat timbul apabila jumlah sumber air bersihberkurang karena limbah-limbah rumah tangga secara tidak langsung dapatmengkontaminasi air yang akan digunakan, mengingat jumlah air di bumi yangtetap dan digunakan berulang kali melalui suatu siklus. Artinya penangananlimbah rumah tangga yang kurang tepat dapat mengurangi jumlah ketersediaan airbersih di berbagai daerah. Proses penanganan limbah ini meliputi alurpengolahan limbah sebelum dilakukan pembuangan ke jalur-jalur khusus tanpamengakibatkan pencemaran.

Dalam tahap penanganan inilah yang perlu dikritisidan diperbaiki agar masyarakat dapat dengan leluasa menikmati air bersih dansanitasi yang layak.Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi JawaBarat merupakan salah satu kota besar yang menjadi tujuan untuk merantausetelah Jakarta dan Surabaya dengan kepadatan 14.634 jiwa/km² (Zulkarnaen,2014). Akibatnya sejumlah masyarakat daerah memilih untuk melakukan urbanisasidengan tujuan tertentu. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat mengakibatkanbeberapa titik daerah menjadi kumuh.

Dalam lingkungan itu pula pada umumnyamasyarakat tidak memperoleh pendidikan berkualitas serta pendapatan yang cukup,sehingga pengetahuan akan pentingnya kesehatan dan kontribusi dalam menjagakebersihan tergolong rendah.1.2Rumusan MasalahBagaimanakebutuhan air bersih dan kondisi sanitasi di Kota Bandung?Bagaimanaagama Islam memandang upaya memelihara air bersih dan sanitasi layak sertapentingnya menjaga kebersihan diri?1.3Tujuan PenulisTujuanpenulisan makalah ini adalah sebagai berikut.1.

Mengetahui kondisi sanitasi dan air bersihdi Kota Bandung guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam konteksair bersih dan sanitasi layak.2. Mengetahui pandangan agama Islamterhadap upaya pemeliharaan air bersih dan sanitasi layak serta pentingnyamenjaga kebersihan diri. 1.4Manfaat Penulisan     Hasil penyusunan makalah ini diharapkandapat menjadi referensi literatur di kalangan mahasiswa.

1.5Batasan Masalah     Untuk menghindari bahasan yang terlalu luas,diperlukan beberapa batasan masalah dalam makalah ini. Diantaranya adalahsebagai berikut.1. Kondisi sanitasi dan akses air bersihdi Kota Bandung berdasarkan data PDAM Kota Bandung dengan parameter secarakimia dan biologi.2.

Pandangan agama Islam terhadap pentingnyasanitasi dan air bersih berdasarkan kitab suci Al-Quran dengan penjelasan daritafsirBAB II. HASIL DAN PEMBAHASAN2.1Definisi     Sanitasi higienis merupakan bentuk upayapemeliharaan yang dilakukan guna mengurangi faktor yang dapat mengakibatkan pencemaranpada air layak konsumsi serta sarana yang dibutuhkan dalam mengolah, menampung,hingga mendistribusikan air layak konsumsi tersebut (Suradi, et al., 2016).Berdasarkan pengertian tersebut dapat artikan bahwa sanitasi diukur dari pengawasankebersihan mulai dari tahap awal hingga akhir baik dari segi sistem tata kelolamaupun kualitas sarana penunjang. Proses ini semestinya tidak hanya diterapkanpada pembuatan produk air layak konsumsi, tetapi juga pada pengolahan limbah,baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Sanitasi yang baikdipertimbangkan melalui 4 bidang, yakni berdasarkan teknisnya (carapengelolaan), sosial (partisipasi masyarakat), ekonomi (biaya yang dibutuhkanuntuk kelengkapan sarana), serta kriteria lingkungan (misalnya tingkat polusiair yang dihasilkan) (Garfi dan Ferrer-Marfi, 2011).Sumber air secara umum terbagi atas duajenis, yaitu sumber dari air tanah dan air permukaan.

Air tanah berada di bawahtanah sehingga untuk memperolehnya dibutuhkan sejumlah cara seperti pembuatansumur, sedangkan air permukaan terletak di ruang terbuka yang lebih mudahterkontaminasi dan untuk memperolehnya pun relatif lebih mudah. Untukmenentukan kualitas air, terdapat sejumlah syarat-syarat air bersih diantaranyaadalah air tidak mengandung bakteri maupun zat-zat kimia, jernih, tidak keruhdan tidak berbau, dengan nilai pH netral (Purnawijayanti, 2001).     Selain dilihat melalui ilmu pengetahuanmengenai pentingnya air bagi kehidupan manusia, juga telah tercantum dalamkitab suci Al-Quran sebanyak puluhan kali. Allah SWT telah berfirman dalamSurah Al-Anbiya yang berbunyi Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit danbumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antarakeduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakahmereka tiada juga beriman?”[1]     Pada tafsir al-Jalalayn (2007) disebutkan bahwaair merupakan sumber atau awal mula munculnya kehidupan di bumi.

Tercantummakna dalam ayat tersebut bahwa air adalah komponen penting dalam kelangsunganhidup manusia, dimana dengan adanya air manusia mampu melakukan aktivitaskebersihan sehingga dapat terhindar dari penyakit. Di samping itu, air bersihjuga menjadi kebutuhan seorang muslim untuk digunakan dalam bersuci ataumelakukan wudhu.2.

2Hasil            Tabel1. Data sensus penduduk Kota Bandung tahun 2011-2016 Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan per Tahun (%) 2011 2.429.

176 0,71 2012 2.444.617 0,64 2013 2.458.503 0,57 2014 2.470.802 0,50 2015 2.481.

469 0,43 2016 2.490.661 0,37 Sumber: BPS, 2017            Tabel2.

Data kebutuhan air bersih untuk kelangsungan hidup (per individu)          Jenis Kebutuhan Kuantitas Keterangan Kelangsungan hidup (makan dan minum) 2,5 s/d 3 liter per hari Tergantung pada iklim dan fisiologi individu Praktik kebersihan dasar (mandi dan mencuci) 2 s/d 6 liter per hari Tergantung pada norma sosial dan budaya Kebutuhan memasak dasar 3 s/d 6 liter per hari Tergantung pada jenis makanan, norma sosial dan budaya Total 7,5 s/d 15 liter per hari               Sumber: WHO, 2011     Berdasarkan data tersebut, dapat diketahuibahwa untuk kebutuhan kelangsungan hidup jangka pendek diperlukan setidaknya7,5 L air bersih. Tabel 3. KapasitasProduksi Sumber Air Permukaan Kota Bandung Instalasi Kapasitas % Produksi Terealisasi IPA Badak Singa 1,852 l/dt 1,965 l/dt 109 IPA Dago Pakar 561 l/dt 585 l/dt 98 MP Dago Pakar 64 l/dt 66 l/dt 110 MP Cibeureum 35 l/dt 37 l/dt 93 IPA Cibeureum 41 l/dt 51 l/dt 84 MP Cipanjalu 24 l/dt 25 l/dt 125 MP Cirateun Pipa Distribusi Rusak Jumlah 2582 l/dt 2729 l/dt 85 Sumber:Byu dan Qmi, 2017Tabel 4.

KapasitasProduksi Sumber Air Tanah Kota Bandung Instalasi Produksi Sumur Bor 77 l/dt Mata Air 134 l/dt Sumber:Byu dan Qmi, 2017Tabel 5.Kondisi Penanganan Air Limbah Kota Bandung Parameter Volume Satuan Kapasitas terpasang 80.835 m³/hari Kapasitas terpakai 73.637– 93.469 m³/hari Idle Capacity 11.91 % Jumlah Sambungan 115.736 SR Cakupan Pelayanan 72 % Sumber: Byu, 20162.

3Kondisi dan PengelolaanUntuk memenuhi kebutuhan air bersihseluruh masyarakat Kota Bandung, PDAM melakukan sistem pelayanan dandistribusi. Sistem pelayanan dilakukan dengan cara membagi daerah menjadi 3kelompok, yaitu wilayah Bandung barat, timur, dan utara. Sedangkan sistemdistribusi dilakukan melalui 3 cara, yaitu jaringan pipa air, layanan airtangki, serta pengadaan kran umum. Rata-rata tiap individu menghabiskan hingga150lt/hari serta menghasilkan limbah 105lt/hair (Byu, 2015).

2.4PembahasanKebutuhan masyarakat Kota Bandung akan airbersih dan sanitasi layak merupakan suatu hal yang bersifat primer, yangartinya kebutuhan ini perlu dipenuhi setiap hari. Dengan jumlah penduduk yangtergolong tinggi, tingkat kebutuhan menjadi semakin tinggi dibandingkan kotalain.

Apabila tata ruang daerah padat penduduk tidak sesuai, maka akan timbulpemukiman kumuh. Pada beberapa titik di Kota Bandung masih terlihat tempattinggal warga yang padat dengan jarak satu sama lain hanya sebesar 1 meter.Bahkan sebagian kecil masyarakat dengan sengaja menutup aliran selokan agardapat membentuk lahan kecil untuk dibangun diatasnya. Untuk pemukiman teraturseperti perumahan besar, tentu kebutuhan akan air bersih dan sanitasi layakbukan menjadi masalah, mengingat tingkat kualitas pendidikan dan ekonomi yangdiperoleh masyarakatnya lebih tinggi dibandingan penduduk di daerah pemukimankumuh.Meskipun berada di kota besar, sebagianmasyarakat kota bandung tidak hanya bergantung pada air hasil distribusi PDAM,atau yang dikenal sebagai air ledeng, tetapi masih memanfaatkan sumber airtanah seperti sumur yang dimiliki secara pribadi maupun sekelompok masyarakat,contohnya di RW 11 Kelurahan Kebon Pisang Kota Bandung. Sumur tersebutdigunakan untuk aktivitas kesehatan sekunder seperti mandi dan mencuci piring.Namun ada hal yang perlu dikritisi dalam pemeliharaanya oleh para pengguna.Sumur yang digunakan secara bersama tersebut dibiarkan terbuka sehingga segalamacam benda dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalamnya.

Contohnya, orangyang berlalu-lalang bisa saja dengan iseng menjatuhkan benda yang mengandungzat berbahaya seperti rokok. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa air sumuryang digunakan masyarakat menjadi terkontaminasi. Air yang terkontaminasibiasanya berubah warna, bau, serta menimbulkan penyakit seperti gatal-gatal. Lain halnya dengan sumber milik pribadi,air yang berasal dari mata air besar dikelola pemerintah Kota Bandung melaluiPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening. Berdasarkan data yang telahdiperoleh, terdapat 7 mata air utama di Kota Bandung tetapi pada 1 diantaranyaterjadi kerusakan pipa distribusi sedangkan 6 lainnya dapat berfungsi normal.Kerusakan pipa distribusi seharusnya dapat diantisipasi oleh pihak pengelolaagar kebutuhan masyarakat dapat tetap terpenuhi. Dari ribuan liter air yangdikelola setiap harinya, hampir seluruh masyarakat Kota Bandung telahmendapatkan akses air bersih dari PDAM. Namun hingga kini akses air bersihbelum dipastikan dapat menjangkau seluruh daerah selama 24 jam, sehinggasesekali distribusi air bersih tersebut harus dilakukan secara bergiliran agarseluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh akses air bersih.

Berdasarkan literatur, air bersihdiperoleh dari hasil siklus besar yang meliputi penguapan, kondensasi, danhujan. Artinya air bersih juga memungkinkan berasal dari hasil pembuangan atauair limbah. Pembuangan ini dikeluarkan baik oleh industri maupun rumah tangga.

Sanitasi sebagai sistem kelola pembuangan menjadi parameter akan kesesuaianalur-alur pembuangan agar tidak mengkontaminasi cadangan air bersih. Proseskontaminasi dapat terjadi apabila limbah secara langsung dibuang ke aliransungai. Air dari aliran sungai secara perlahan diserap oleh tanah kemudianbercampur dengan air yang keluar dari sumur.

Apabila sumur telahterkontaminasi, maka  aktivitaskebersihan menjadi terhambat dan jumlah sumber air bersih akan menurun,akibatnya masyarakat perlu mencari sumber lain. Contohnya pencemaran yangterjadi pada Sungai Cikapundung. Pencemaran yang terjadi diakibatkan olehlimbah domestik, limbah industri, hingga kotoran ternak. Apabila pencemaranterus berlanjut, bukan tidak mungkin sumur-sumur milik masyarakat ikutterkontaminasi. Artinya kualitas air bersih yang tersedia dipengaruhi olehkelayakan sanitasi, dimana apabila sanitasi tidak suatu daerah tergolong burukmaka kualitas air akan menurun. Sebaliknya, jika sanitasi terawat dan terpantaubaik, maka kualitas air akan tetap baik serta layak pakai.Limbah yang dihasilkan masyarakat KotaBandung sebagian besar merupakan limbah domestik berupa sampah rumah tangga.

Limbah ini terbagi atas organik dan anorganik. Untuk limbah organik dapatdimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan limbah anorganik seperti plastik,botol dan kaleng dapat didaur ulang atau ditampung terlebih dahulu kemudiandisalurkan ke TPS. Sanitasi di Kota Bandung mendapat sorotan dari pihakpemerintah, sehingga pengelolaan limbah semakin membaik. Misalnya untukmenangani sampah padat anorganik, pemerintah Kota Bandung merangkul masyarakatuntuk ikut serta dalam sistem bank sampah, dimana masyarakat akan menyetorsejumlah sampah yang ditampung sendiri.Melihat kondisi sanitasi Kota Bandungbeberapa tahun ke belakang, dapat dikatakan cukup memprihatinkan sebabpentingnya kebersihan tidak dipandang secara serius. Meski begitu, sebenarnya AllahSWT telah berfirman mengenai pentingnya kebersihan dan kesucian. Artinya : “Hai orang-orang yangberiman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamumengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalamkeadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jikakamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air ataukamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, makabertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu.

Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”[2]     Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwaair merupakan zat utama yang dapat mensucikan diri dari hadas dan najis. Sebabapabila seorang muslim berada dalam keadaan kotor atau tidak suci, maka iatidak dapat melakukan shalat yang menjadi kewajibannya sebagai hamba Allah. Airyang dapat mensucikan diri ialah air yang bersih, jernih, tidak berwarna maupunberbau.

Jika suatu sumber air telah terkontaminasi oleh limbah akibat sanitasiyang buruk, maka air tersebut tidak dapat digunakan untuk bersuci, dan justrumenimbulkan penyakit bagi penggunanya. Sesungguhnya Allah SWT telah begitu baikkarena mengharuskan hambanya untuk selalu menjaga kebersihan diri ataukesuciannya yang tak lain agar terus mampu beribadah. Selain pada ayatsebelumnya Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-An’am ayat 99 mengenai hujansebagai rezeki bagi umat manusia.Artinya :“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan denganair itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhanitu tanaman yang menghijau.

Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itubutir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yangmenjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delimayang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnyaberbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikianitu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

”[3]     Sebagai seorang muslim yang dikaruniai akaloleh Allah SWT sudah sepatutnya kita bersyukur dengan mengucap alhamdulillahatas segala rezeki yang diberikan kepada kita, termasuk memperoleh air. Airyang Allah turunkan dari langit sungguh merupakan karunia besar yang mampumenghidupkan ciptaannya di bumi. Bukan hanya ditujukan untuk keperluan bersuci,air juga menjadi kebutuhan untuk menjaga tubuh manusia agar tidak terkenadehidrasi.

Berkat diturunkannya air, tumbuhan dapat tumbuh subur dan manusiadapat melanjutkan kelangsungan hidupnya.   BAB III. PENUTUP3.1Kesimpulan1. Kebutuhan masyarakat  Kota Bandung akan air bersih sudah hampirterpenuhi seluruhnya, hanya saja tidak dapat terpenuhi selama 24 jam sebabmasih harus dilakukan sistem penyaluran bergiliran agar seluruh masyarakatdapat memperoleh air bersih yang layak konsumsi. Kondisi sanitasi Kota Bandungkini sudah lebih baik dibandingkan beberapa tahun ke belakang.

Pencapaian inimerupakan buah hasil sinergi antara kepedulian dari berbagai pihak, baikPemerintah Kota Bandung maupun masyarakat yang ikut serta.2. Air merupakan rezeki yang diberikanAllah SWT untuk umat manusia guna melanjutkan kelangsungan hidup di bumi. AgamaIslam memandang kebersihan dan kesucian seorang manusia sebagai hal yang utama.

Terlihat dari firman-firman Allah SWT yang mengharuskan seorang muslim untukbersuci terlebih dahulu sebelum melakukan shalat agar terbebas dari hadas dannajis. 3.2Saran1. Perlu dilakukan edukasi secara berkalauntuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam memelihara air bersih dansanitasi layak, sehingga upaya yang dicanangkan pemerintah dapat terlaksana diseluruh lapisan masyarakat.2. Lembaga-lembaga pengelola sumber airbersih melakukan antisipasi terhadap perubahan musim dan kerusakan pipa yangmengakibatkan kebocoran dengan menampung cadangan air lebih banyak danmemeriksa kelayakan sarana pengelolaan secara berkala.3.

Bentuk syukur berupa aksi nyata dapatdilakukan dengan membiasakan penggunaan air secukupnya dan tidak berlebihanatau bersikap mubazir, sehingga air bersih yang dapat disalurkan ke wilayahlain akan lebih banyak dan terdistribusikan secara merata.  Daftar Pustaka Badan Pusat Statistik, 2017. JumlahPenduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk di Kota Bandung 2011 – 2016. Tersediaonline di https://bandungkota.

bps.go.id/statictable/2017/08/29/106/-jumlah-penduduk-dan-laju-pertumbuhan-penduduk-di-kota-bandung-2011—2016-.html[Diakses pada tanggal 6 Januari 2018]Byu, 2015. Sistem Distribusi Air.

Tersediaonline di http://www.pambdg.co.id/new2/index.php?option=com_content&view=article&id=58&Itemid=73[Diakses pada tanggal 6 Januari 2018]_______, 2016. Kondisi Saat Ini. Tersedia onlinedi http://www.pambdg.

co.id/new2/index.php?option=com_content&view=article&id=59&Itemid=74[Diakses pada tanggal 6 Januari 2018]Byu dan Qmi, 2017. Kapasitas Produksi.Tersedia di http://www.

pambdg.co.id/new2/index.php?option=com_content&view=article&id=54&Itemid=60[Diakses pada tanggal 6 Januari 2018]Garfi dan Ferrer-Marti, 2011.Decision-making criteria and indicators for water and sanitation projects indeveloping countries.

Water ScienceTechnology: a journal of the International Association on Water PollutionResearch Vol. 64 (1) : 88-101Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddinas-Suyuti, 2007. Tafsir al-Jalalayn.

Amman : Royal Aal al-Bayt Institute of Islamic ThoughtKasnodiharjo dan Elsi, 2013. DeskripsiSanitasi Lingkungan, Perilaku Ibu, dan Kesehatan Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 (9)Naway, 2013. Pengembangan Sistim PelayananAir Bersih. Jurnal Sipil Statik Vol.1(6) : 444-451Purnawijayanti, 2001.

Sanitasi, Higiene, dan Keselamatan Kerja dalam Pengolahan Makanan.Yogyakarta: KanisiusSuradi, Husaini, dan Marlinae, 2016.Hubungan Hygiene Sanitasi dengan Kualitas Bakteriologis Depot Air Minum (DAM)di Kabupaten Balangan.

Jurnal KesehatanLingkungan Indonesia Vol. 15 (1) : 28-35World Health Organization, 2011. Guidelines for Drinking-Water Quality FourthEdition.

Geneva: World Health Organization PressZulkarnaen, 2014. Proyeksi PopulasiPenduduk Kota Bandung Menggunakan Model Pertumbuhan Populasi Verhulst denganMemvariasikan Interval Pengambilan Sampel. JurnalIstek  Vol. 8 (1)[1] Q.S Al-Anbiya:30[2] Q.S.

An-Nisa:43 [3] Q.S. Al-An’am:99

x

Hi!
I'm Tamara!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out