PENERJEMAHAN SEMANTIK KITAB HAYATU AS-SAYYIDAH FATIMAH AZ-ZAHRAKARYA JA’FAR SHAHIDI

BAB IPENDAHULUANLATAR BELAKANGSeperti yang diketahui bahwa objek studi semantik adalah makna bahasa. Lebih tepatnya, makna dari satuan-satuan bahasa seperti kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana. Menjadi seorang penerjemah adalah tugas yang sangat mulia, karena dapat membantu seseorang untuk mengetahui akan makna dari suatu teks. Makna dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) terdiri dari 2 suku kata yaitu mak.na yang merupakan maksud pembicara atau penulis.Dalam skripsi ini, penulis akan membahas mengenai penerjemahan suatu kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Az-zahra” karya Ja’far Shahidi yang awalnya menggunakan bahasa Persia lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh  Riad al-Akhras. Lalu penulis akan menerjemahkan kembali empat bab ke dalam bahasa Indonesia dengan tidak menghilangkan budaya serta pemikiran dari pengarang. Kitab ini diterbitkan di Lebanon namun pengarangnya merupakan kewarganegaraan Iran. Terdapat beberapa kitab yang sudah diterjemahkan tentang Sayyidah Fatimah Az-zahra dan banyak yang sudah beredar di masyarakat. Seperti, Fatimah az-Zahra (Pribadi Agung Putri Rasulullah SAW) karya Dr. Ali Syariati, Fatimah Az-Zahra (Wanita Teladan Sepanjang Masa) karya Ibrahim Amini, dan Fatimah Az-Zahra (Kerinduan dari Karbala) karya Sibel Eraslan. Penulis memilih kitab ini, untuk mengangkat kembali kisah kehidupan Fatimah Az-zahra yaitu dengan tidak menghilangkan unsur budaya serta pemikiran yang dibawa oleh pengarang dengan menggunakan metode semantik. Metode ini membuat makna dari setiap kata, frasa maupun kalimat tersebut menjadi teks yang dapat dengan mudah dipahami dengan tetap mengacu pada bahasa sumber (Bsu). Penerjemahan semantik berusaha menciptakan rasa yang tepat dan nada yang asli: kata-kata yang ‘sakral’, bukan karena kata-kata lebih penting daripada isi, tetapi karena bentuk dan isi adalah satu. Seperti kita ketahui, bahwa Muhammad SAW adalah seorang Nabi bagi umat Islam. Sebagai seorang muslim kita harus mengikuti segala ajarannya. Dari Nabi Muhammad lah kaum muslimin mendapat figur yang dapat dijadikan teladan kaum wanita selain Sayyidah Khadijah, yaitu Sayyidah Fatimah Azzahra putri Nabi. Mungkin memang tak banyak orang yang memiliki ketertarikan untuk membaca kitab-kitab sejarah Nabi dan keluarganya. Apalagi pada era modern saat ini, tak jarang manusia jaman sekarang lebih memilih novel-novel fiksi untuk menjadi bahan bacaannya. Maka dari itu, penulis ingin mengangkat kembali kisah sejarah tentang wanita teladan yang sekaligus merupakan putri dari Nabi Muhammad SAW.Hadist shahih riwayat Ahmad, Thabrani, Hakim, Thahawi dalam Shahih Al Jami’As Saghir no 1135 dan Silsilah Al Hadits Al Shahihah no1508:Rasulullah SAW bersabda: ” Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Mazahim istri Firaun.”Sudah sangat jelas, bahwa Fatimah Azzahra adalah bagian dari wanita yang patut untuk dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, penulis menerjemahkan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Shahidi untuk membangkitkan semangat wanita agar menjadi seperti Fatimah Azzahra.RUMUSAN MASALAHDalam penjelasan latar belakang di atas terdapat rumusan masalah yang dapat ditelusuri lebih dalam, yaitu:Bagaimana metode penerjemahan semantik dapat diimplementasikan dalam penerjemahan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra”  karya Ja’far Shahidi?TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIANPembuatan skripsi ini bertujuan untuk :Memahami  maksud dari pengarang dengan menggunakan metode semantik yang digunakan dalam penerjemahan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Syahidi sehingga membantu memudahkan pembaca dengan tetap mempertahankan aspek budaya pengarang.Memahami setiap kata, frasa, dan kalimat dengan baik dan benar.Adapun manfaat dari penelitian ini sebagai berikut :Menjadi acuan bagi para penerjemah dalam menerjemahkan suatu kitab dengan menggunakan metode semantik.Membuat pembaca lebih memahami maksud dari suatu kitab dengan baik.    TINJAUAN PUSTAKAPenulis mencari beberapa penelitian terdahulu dan membandingkan dengan penerjemahan yang saat ini penulis lakukan, belum pernah ada yang menggunakan judul atau bahkan pembahasan mengenai kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Syahidi. Penulis mendapati judul yang memiliki persamaan dalam metode penerjemahannya, yaitu menggunakan metode semantik akan tetapi berbeda pada objek kajiannya. Penelitian milik Dyah Purwaningtyas (2012), Jerny Lusiana Sumilat (2015), Nadia Ayu Amalina (2015),  Ives Aqira Gamar (2016), dan Nauval Fitriah (2017).Penelitian yang ditulis oleh Dyah Purwaningtyas pada tahun 2012 yang menjelaskan tentang “Medan Makna Ranah Warna dalam Bahasa Indonesia”. Penelitian ini juga membahas tentang semantik dan berbeda pada objek kajiannya yang mana penulis membahas tentang kitab sejarah.Penelitian yang ditulis Jerny Lusiana Sumilat pada tahun 2015 yang menjelaskan tentang “Makna Slogan dalam Iklan Elektronik Berbahasa Inggris pada Majalah Bahasa Indonesia”. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan menggunakan teori semantik dalam mengkaji objek penelitiannya yang berupa iklan. Berbeda dengan objek penelitian yang dilakukan penulis adalah kitab sejarah.Penelitian yang ditulis oleh Nadia Ayu Amalina pada tahun 2015 yang menjelaskan tentang “Pergeseran Makna Semantis dalam Terjemahan Bahasa Indonesia Komik Le Muslim Show”. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian penulis yaitu membahas seputar semantik atau ilmu makna. Sedangkan berbeda pada objek kajiannya, penulis memilih objek kajian berupa kitab sejarah.Penelitian yang ditulis oleh Ives Aqira Gamar tahun 2016 menjelaskan tentang “Metode Penerjemahan Semantik dalam Novel The Lord of the Rings the Two Towers dan terjemahannya”. Penelitian ini membahas suatu objek dengan metode yang sama yaitu metode semantik, akan tetapi berbeda pada objek kajiannya yang mana penulis mengkaji tentang kitab sejarah.Penelitian yang ditulis oleh Nauval Fitriah pada tahun 2017 yang menjelaskan tentang “Penerjemahan Kitab Dau’u Al-Misbah Fi Bayani Ahkami Al-Nikah karya K.H Hasyim Asy’ari”. Penelitian ini memiliki kesamaan yaitu menggunakan metode penerjemahan semantik akan tetapi berbeda pada objek penelitiannya. Penulis menggunakan objek penelitian yaitu kitab sejarah yang berjudul Hayatu As-sayyidah Fatimah Az-zahra.KERANGKA TEORIPada penelitian ini tentunya harus ada kerangka teori yang akan dipakai dalam menerjemahkan suatu kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Shahidi. Pengertian Teks Modern.Teks modern adalah teks yang berusia kurang dari 100 tahun dan sudah menggunakan tanda baca dan struktur paragraph serta sistematika buku seperti adanya daftar isi, daftar rujukan, catataan kaki, dsb.Metode Penerjemahan Semantik.Metode penerjemahan semantik lebih berorientasi pada teks sumber Tsu. Penerjemahan semantik membuat hasil terjemahan lebih luwes dan fleksibel dikarenakan metode ini memeprtimbangkan unsur estetika Tsu dengan mengkompromikan makna selama masih dalam batas wajar.Pengertian kata, frasa dan kalimat.Menerjemahkan kata, frasa serta kalimat untuk mendapatkan terjemahan yang dapat dipahami dengan baik dan benar sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Dikarenakan penerjemah masih harus menghormati dan bekerja pada bentuk teks bahasa sumber sebagai satu-satunya bahasa dasar untuk karyanya.METODOLOGI PENELITIANMetode Penelitian Metode penelitian yang penulis pakai dalam penerjemahan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Syahidi adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif yaitu penelitian dengan cara menjelaskan atau memahami makna “meaning”di balik realitas/kenyataan. Menurut Whitney (1960), metode deskriptif adalalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Pada hakikatnya penelitian deskriptif kualitatif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek dengan tujuan membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta atau fenomena yang diselidiki. Sumber DataTerdapat 2 sumber data yang penulis dapatkan, yaitu : pertama, sumber primer yang mana merupakan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Shahidi yang berbentuk PDF. Kedua, sumber sekunder atau penunjang yaitu buku Moch. Syarif Hidayatullah Seluk-Beluk Penerjemahan Arab-Indonesia, Kamus Al-Ma’ani, Kamus Al-Munawwir serta KBBI.Teknik Pengumpulan DataPenulis menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik catat, yaitu dengan memilih, memilah dan menata. Dimana pada metode ini penulis membuat coretan dari setiap kalimat dan memilah menjadi beberapa paragraf dalam empat bab pertama dari kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Shahidi yang sudah dibaca tadi dan ditulis sesuai bahasa sumbernya terlebih dahulu yaitu bahasa Arab. Setelah semua kalimat tercatat dengan baik dan benar, penulis melanjutkan dengan menerjemahkan secara harfiyah dari setiap kalimat dengan menggunakan kamus Al-Ma’ani. Lalu, terjemahan harfiyah yang masih terkesan kaku itu dimodifikasi dengan penerjemahan semantik dengan tetap menyesuaikan pada budaya dan pemikiran pengarang.Analisis DataDimana dalam analisis data pada penelitian ini terdapat beberapa tahapan :Menerjemahkan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Shahidi menggunakan kamus Arab-Indonesia. Mencari kata, frasa dan kalimat yang mengandung unsur budaya dengan mengimplementasikan metode penerjemahan semantik yang terdapat di dalam kitab tersebut.SISTEMATIKA PENELITIANSistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab, yang akan penulis rincikan sebagai berikut: Bab I adalah bab pendahuluanDalam bab ini Penulis membahas latar belakang masalah,batasan dan rumusan masalah,tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, kerangka teori, metode penelitian, serta sistematika penulisan. Pada bab I ini merupakan kerangka yang menjadi dasar bagi bab-bab berikutnya. Bab II berupa teori penerjemahanBertujuan untuk menjelaskan pengertian penerjemahan, serta penjelasan beberapa metode penerjemahan teks modern dan metode semantik sebagai acuan dalam melakukan suatu penerjemahan teks Arab – Indonesia serta pengertian tentang kata, frasa dan kalimat.BAB III untuk mengenal sosok penulis yang bernama Ja’far Syahidi, disini  Penulis memaparkan tentang biografi dan apa saja karya-karyanya. BAB IV berisi analisis tentang penjelasan metode penerjemahan semantik pada tataran kata, frasa maupun kalimat dalam memahami terjemahan suatu kitab yang mengandung unsur budaya serta pemikiran yang dibawa oleh pengarang. Penulis mengambil terjemahan kitab “Hayatu As-Sayyidah Fatimah Azzahra” karya Ja’far Shahidi karya Ja’far Syahidi sebagai objek kajian. Penulis ingin membawa para penikmat literasi dapat memahami penerjemahan semantik dengan baik sehingga dapat mengerti akan maksud dari pengarang.BAB V merupakan penutup atau bab akhir, Penulis memaparkan tentang kesimpulan dan saran.

x

Hi!
I'm Tamara!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out